MENGENAL SATWA BURUNG YANG DILINDUNGI
Di Indonesia terdapat beraneka ragam satwa yang hidup di alam bebas. Diantara sekian banyak satwa liar itu terdapat jenis satwa burung. Jenis burung itu ada yang bebas dan ada pula yang dilindungi dari kepunahan.
Usaha untuk menjamin keaneka ragaman jenis satwa ini sebenarnya sudah sejak lama dilakukan, antara lain melalui perlindungan terhadap jenis-jenis tertentu.
Hal ini dimaksudkan agar jangan sampai punah dari muka bumi.
Burung-burung yang dilindungi diantaranya adalah :
- Kasuari Gelambir Dua
Casuarius Casuarius
Ukuran panjang total 1830 mm. Bulu berwarna hitam, bentuk seperti tangkai, sering membengkok. Paruh 100 mm. Sayap 350 mm. Kaki (tarsus) 450 mm. Gelambir bermacam-macam dari bentuk panjang menggelantung dan ujungnya berbentuk garpu terletak di leher depan, sepasang gelambir pada tiap sisi depan leher. Warna leher kebanyakan biru, merah, atau merah jambu, kadang-kadang dengan warna kuning.
Hidup di tanah, tidak dapat terbang, larinya cepat dan dapat berenang.
Makanannya biji-bijian, serangga dan lain-lain. Telurnya 3 – 8 butir, warna biru muda dengan bintik-bintik tersebar di permukaannya, telur dierami oleh burung jantan. Suaranya dalam yaitu terdengar hug-chug. Di Indonesia burung jenis ini terdapat di dataran rendah Papua dan Kepulauan Aru.
Habitatnya di daerah paya di hutan-hutan.
Semua jenis Casuarius dilindungi.
- Kuntul, Bangau
(Snowy Egret, Little Egret)
Ukuran panjang total 508 mm. Bulu-bulu berwarna putih. Pada masa berkembang biak bulu dengan jumbai-jumbai memanjang dan halus. Bulu-bulu punggung mencapai ujung ekor yang berbentuk jumbai-jumbai memanjang dan runcing atau tidak halus. Bagian dada dengan hiasan bulu-bulu dan 2 helai bulu memanjang, bulu-bulu seperti sabuk (127 – 152 mm panjangnya).
Paruh 75 – 80 mm. Iris mata dan kulit muka berwarna kuning. Bagian pangkal (rahang) berwarna kuning, sayap 250 mm, ekor 80 – 100 mm, Kaki (tarsus) 90 – 100 mm, kaki dan jari-jarinya berwarna kehitam-hitaman.
Burung ini biasanya hidup sendiri-sendiri. Mencari makan di tepi-tepi sungai di daerah paya-paya yang terbuka. Telur sebanyak 3 – 4 butir, berwarna hijau biru, dengan ukuran 47 x 36 mm.
Terdapat di Jawa,
Semua jenis Egretta dilindungi.
- Kuntul, Kerbau
(Cattle Egret)
Egretta Ibis

Ukuran panjang total 482 mm. Bulu badan berwarna putih. Paruh 60 mm, berwarna kuning. Iris mata berwarna kuning. Sayap 255 mm. Ekor 90 mm, Kaki (tarsus) 85 mm, kaki sering berwarna kuning. Pada masa berkembang biak, dengan hiasan bulu-bulu memanjang pada puncak kepala dan dada yang berwarna kuning oranye, juga pada leher dan punggung. Paruh kulit muka dan kaki kadang berwarna merah, kulit muka berwarna kuning kehijauan. Iris mata berwarna kuning.
Burung ini mempunyai cara yang khas untuk menangkap serangga yang terdapat di batu-batu yaitu dengan menggoyang-goyangkan leher dari sisi satu ke sisi lainnya dengan cepat dan mematukkan paruhnya dengan jalan menyedokkannya.
Di Indonesia tersebar di Jawa, Papua, Maluku. Selain
Hidup di tanah berlumpur, daerah paya-paya, dan
Semua jenis Egretta Ibis dilindungi.
Sumber : buku ‘Mengenal lebih dekat Satwa yang dilindungi’
Oleh : Departemen Kehutanan.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar